Sarjana Tak Harus Jadi Pegawai

Bulan oktober-november adalah waktu dimana banyak perguruan tinggi yang menggelar wisuda kelulusan. Mereka yang diwisuda merasa sangat bahagia dan bangga karena telah berhasil menyelesaikan study selama bertahun-tahun, hanya untuk mendapatkan gelar dan ijazah.

Setelah lulus kuliah, sebagian besar dari mereka mulai mengajukan lamaran ke perusahaan-perusahaan. Job Fair adalah event yang mereka tunggu-tunggu, karena mereka bisa langsung mengajukan lamaran ke berbagai perusahaan sekaligus. Tapi tak sedikit dari mereka yang kecewa karena tak kunjung mendapat panggilan. Mereka yang sudah lulus dan masih menjadi pengangguran kini mulai frustasi karena tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Masih ingat kan lagu nya bang Iwan Fals, "Sarjana Muda" ? Yah itulah kenyataan yang ada sekarang ini. Pada akhirnya banyak dari mereka yang mulai merubah haluan menjadi seorang wirausaha.

Menjadi wirausaha mungkin bukan lah tujuan awal mereka. Mungkin hanya karena belum mendapat panggilan bekerja di sebuah perusahaan, mereka mencoba peruntungan dengan membuka usaha, walaupun usaha yang mereka geluti tidak ada hubungannya dengan pelajaran yang mereka tekuni semasa kuliah.

Tapi itulah fakta yang terjadi di Indonesia saat ini. Data terakhir menyebutkan bahwa jumlah pengangguran terdidik di Indonesia kini mencapai lebih dari 1 juta orang, ironis memang. Banyak lulusan sarjana yang kini menjadi pengangguran, membuka warung makan, atau berjualan di pasar. Karena sulitnya memperoleh pekerjaan saat ini, dan karena tuntutan ekonomi yang semakin mendesak, tak pelak mereka terus memutar otak mereka gimana supaya mendapatkan penghasilan. Banyak dari mereka yang mengalami kegagalan dalam berwirausaha, tapi tak sedikit pula yang justru meraih kesuksesan dari usaha yang telah mereka geluti, dan kini menjadi pengusaha sukses.

Ya itulah hidup. Hidup itu memang sebuah pilihan, dan jangan sampai kita menyesali sebuah pilihan yang sudah kita ambil. Karena hanya dengan ketekunan, kerja keras, dan komitmen, maka kesuksesan akan bisa kita raih.

11 comments

November 11, 2011 at 1:08 AM

kunjungan perdana nih.. salam kenal dari kami.. :)

November 11, 2011 at 3:50 AM

jualan nasi lebih bagus lo daripada mengharapkan pada perusahan atau negara buat makan

malahan dengan berjualan nasi seseorang bisa berkembang untuk membuat usahanya lebih besar lagi

jadi setuju banget deh 'Sarjana Tak Harus Jadi Pegawai' soalnya saya lebih suka membuka usaha sendiri

:D

November 11, 2011 at 5:28 AM

Saya sangat setuju, sayangnya sebagian besar orang tua selalu berharap setelah lulus kuliah kelak menjadi orang sukses dengan bekerja di perusahaan besar. Ini memang sebuah dilema, kembali pada masing2 individu.

November 11, 2011 at 6:00 AM

kunjugnan balik gan...he he lo gakkeberatan follow blog ane ya

November 12, 2011 at 12:35 AM

yep, para orang tua cenderung memaksakan kehendak, tp kita harus bisa memberikan penjelasan yang realistis, saya juga dilanda hal demikian, hehehe ...
salam kenal

November 12, 2011 at 7:58 AM

jangan jadi mahasiswa yang pintar, tapi jadilah mahasiswa yang cerdas dan bisa membaca situasi keadaan yang ada

November 12, 2011 at 12:13 PM

@konde : setuju sob,, kunjungi www.adi-souvenir.com ya, menerima order souvenir pernikahan . .

November 13, 2011 at 12:02 AM

Seseorang menempuh pendidikan perguruan tinggi sebenarnya hanya mengasah cara berpikir, mereka belum siap untu bekerja setelah lulus. Jadi tidak ada salahnya saat masih kuliah untuk memulai sebuah wirausaha, tentu saja dengan tidak meninggalkan kewajiban sebagai seorang mahasiswa

December 8, 2011 at 11:48 PM

HIDUP wirausahaaaaa...

apalagi sekarang kan banyak universitas yang membuka jurusan bisnis gitu, jadi ngapain juga jadi pegawe terus

Anonymous
January 29, 2012 at 12:10 PM

Seorang sarjana tidak perlu malu jika harus membuka usaha, karena seharusnya seorang sarjana harus jadi pencipta lapangan kerja, bukannya pencari lapangan kerja.

Bahkan menurut saya, seorang pemilik warung atau tukang pulsa pun lebih hebat daripada seorang karyawan perusahaan internasional(bukan direktur) karena pemilik warung atau tukang pulsa itu adalah pebisnis meskipun masih skala kecil yang usahanya masih bisa ditingkatkan ke level lebih tinggi

January 29, 2012 at 8:14 PM

Super sekali. Saya sangat setuju dengan pendapat anda. :)

Post a Comment